Deskripsi Produk
Sakarin murni adalah pemanis non-nutrisi tanpa kalori dan tidak beracun yang tidak dapat diserap oleh tubuh manusia. Karena rasanya yang manis, ia banyak digunakan sebagai pengganti gula dalam produksi makanan. Sebagai bahan tambahan makanan, ia memberikan rasa manis tanpa menyediakan nutrisi, memenuhi permintaan pasar akan produk makanan bebas gula. Sakarin yang tersedia secara komersial umumnya disediakan dalam bentuk garam natriumnya, yaitu natrium sakarin.

Sifat Kimia
| Titik lebur | 226-229 °C (lit.) |
| Titik didih | subl |
| Kepadatan | 0.828 |
| Tekanan Uap | 0Pa pada 25℃ |
| Indeks bias | 1.5500 (perkiraan) |
| Suhu penyimpanan | Simpan di bawah +30°C. |
| Kelarutan | aseton: larut 1g dalam 12mL (lit.) |
| Pka | 11,68 (pada 18℃) |
| Formulir | Kristal atau Serbuk Kristal |
| Warna | Putih |
| Bau | tidak berbau |
| Kelarutan dalam Air | 3,3 g/L (20 ºC) |
| Merck | 148311 |
| BRN | 6888 |
| Stabilitas | Stabil. Tidak kompatibel dengan oksidator kuat. |
| InChIKey | CVHZOJJKTDOEJC-UHFFFAOYSA-N |
| LogP | -0,024 pada 25℃ |
| Referensi Basis Data CAS | 81-07-2 (Referensi Basis Data CAS) |
| IARC | 3 (Vol. Sup 7, 73) 1999 |
| Referensi Kimia NIST | Sakarin (81-07-2) |
| Sistem Registri Zat EPA | Sakarin (81-07-2) |
Informasi Keselamatan
| Pernyataan Risiko | 40-62-63-68 |
| Pernyataan Keselamatan | 24/25 |
| RIDADR | UN 3077 9/PG 3 |
| WGK Jerman | 2 |
| RTECS | DE4200000 |
| TSCA | Ya |
| Kelas Bahaya | IRITAN |
| Kode HS | 29251100 |
| Data Zat Berbahaya | 81-07-2(Data Zat Berbahaya) |
| Toksisitas | LD50 oral pada tikus: 17gm/kg |
Aplikasi Produk
Sakarin, yang juga dikenal sebagai o-benzoilsulfonil imida, berfungsi sebagai zat antara sintetis untuk bahan kimia pertanian termasuk fungisida dan herbisida, seperti aliltiazol, metsulfuron-metil, bensulfuron-metil, etametsulfuron-metil, dan klorimuron-metil.
Zat ini juga bertindak sebagai pemanis non-nutritif, yang sebagian besar digunakan dalam bentuk garam natrium atau amoniumnya. Karena laju pelarutannya yang lambat di rongga mulut, zat ini sangat cocok untuk permen karet, dengan dosis maksimum yang diizinkan sebesar 0,05 g/kg di Jepang (1998).
Selain itu, sakarin digunakan dalam memproduksi zat antara pestisida dan natrium sakarin, serta dalam formulasi yang memerlukan peningkatan rasa manis untuk mamalia. Selain itu, zat ini dapat menghambat fosfotransferase dan fosfohidrolase, dan diterapkan dalam bidang kimia analitik termasuk deteksi talium.







