Aluminium Oksida

1.Ketahanan Panas & Daya Tahan:Dengan titik lebur 2040 °C dan titik didih 2980 °C, alumina sangat ideal untuk aplikasi suhu tinggi seperti krus dan bahan abrasif.

2.Kekerasan & Struktur Kristal:Memiliki kekerasan Mohs 8,8, alumina adalah salah satu bahan terkeras dan digunakan dalam aplikasi industri seperti alat pemotong dan batu permata sintetis.

3.Keserbagunaan Industri:Alumina sangat penting untuk bantalan, mesin berkecepatan tinggi, dan krus korundum, yang mampu menahan suhu hingga 1800 °C dalam proses kimia.

4.Ketidakreaktifan Kimia & Keamanan:Secara kimia, alumina bersifat inert dan tidak larut dalam air, tetapi paparan debunya dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, sehingga memerlukan tindakan pencegahan keselamatan yang tepat.

Detail Produk

Alumina, yang secara kimia direpresentasikan sebagai Al₂O₃, dikenal luas sebagai bauksit. Bubuk putih tahan panas ini tidak larut dalam air. Titik leburnya adalah 2015 °C, titik didihnya 2980 °C, berat jenisnya 4,0, dan kekerasan Mohs 8,8. Senyawa ini ada dalam beberapa bentuk kristal, dengan α dan γ sebagai yang dominan.

Produksi terjadi melalui dehidrasi termal aluminium hidroksida. Di alam, bentuk α dikenal sebagai korundum, mineral yang kekerasannya hanya dilampaui oleh berlian. Ketika mengandung pengotor jejak, korundum mengembangkan berbagai warna, menciptakan batu mulia seperti rubi (dengan jejak Cr³⁺) dan safir (mengandung Ti³⁺, Fe²⁺, dan Fe³⁺).

Teknologi modern memungkinkan produksi batu permata sintetis melalui kristalisasi terkendali dari alumina cair. Batu permata buatan ini memiliki kualitas yang setara dengan batu alam dan memiliki aplikasi industri yang luas. Mereka berfungsi sebagai bantalan dalam mesin berkecepatan tinggi, bantalan permata dalam jam tangan, bahan penggilingan, dan komponen tahan panas. Krus korundum, yang mampu menahan suhu hingga 1800 °C, merupakan aplikasi penting lainnya.

Aluminium Oksida

Sifat Kimia

Titik lebur2040 °C (lit.)
Titik didih2980°C
densitas3.97
densitas curah950-1100 g/L
tekanan uap 17 mm Hg (20 °C)
indeks bias1.765
Fp 2980°C
suhu penyimpanan Disimpan dalam keadaan kering, Suhu Kamar
kelarutan Dapat bercampur dengan etanol.
bentuk bubuk
warna Putih hingga merah muda
Berat Jenis3.97
BauTidak berbau
Rentang pH3,5 - 4,5
pH7,0±0,5 (dalam H2O)
Kelarutan dalam AirTIDAK LARUT
sifat semikonduktor<0001>
Struktur KristalTrigonal
sistem kristalTiga sisi
Merck14.356
Grup ruangR3c
Konstanta kisia/nmb/nmc/nmα/oβ/oγ/oV/nm30.475890.475891.299190901200.2548
Batas paparanACGIH: TWA 1 mg/m3
OSHA: TWA 15 mg/m3; TWA 5 mg/m3
Konstanta dielektrik4.5(Ambient)
InChIKeyPNEYBMLMFCGWSK-UHFFFAOYSA-N
Referensi Basis Data CAS1344-28-1(Referensi Basis Data CAS)
Referensi Kimia NISTAluminium oksida (1344-28-1)
Sistem Registri Zat EPAAlumina (1344-28-1)

Informasi Keamanan

Kode BahayaXi,F
Pernyataan Risiko36/37/38-67-36/38-11-36
Pernyataan Keselamatan26-24/25-16-7-36
WGK Jerman-
RTECS BD1200000
F 3
TSCA Ya
KelasBahaya 8
Kode HS 28181010
Data Zat Berbahaya1344-28-1(Data Zat Berbahaya)
ToksisitasInhalasi kronis debu Al2O3 dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.

Aluminium Oksida

Konsultasi Online

Silakan isi formulir di bawah ini dan kami akan menghubungi Anda sesegera mungkin