Detail Produk
Quaternium-15, senyawa berbasis amonium kuaterner, banyak digunakan sebagai pengawet dan agen antibakteri dalam kosmetik, produk perawatan pribadi termasuk sampo dan losion tubuh, serta formulasi industri. Senyawa ini menghambat proliferasi mikroba dengan melepaskan formaldehida secara perlahan, sehingga memperpanjang masa simpan produk.
Menunjukkan aktivitas spektrum luas terhadap bakteri, jamur, dan ragi, senyawa ini tetap menjadi pilihan pengawet yang hemat biaya. Namun, profil keamanannya telah menimbulkan kekhawatiran terkait risiko sensitisasi kulit dan emisi formaldehida. Di Uni Eropa, konsentrasi penggunaannya dibatasi tidak lebih dari 0,2% berdasarkan pembatasan yang ditetapkan oleh Petunjuk Kosmetik 76/768/EEC.
Struktur molekulnya, yang menampilkan atom nitrogen kuaterner dan gugus kloralil, memberikan sifat surfaktan kationik dan kinerja biosidal lepas lambat pada zat tersebut.

Parameter
| Titik lebur | 178-210 °C |
| Titik didih | 396,43°C (perkiraan kasar) |
| kepadatan | 1,2898 (perkiraan kasar) |
| indeks bias | 1,6300 (perkiraan) |
| kelarutan | DMSO (Sedikit), Metanol (Sedikit) |
| bentuk | Padat |
| warna | Putih Pucat hingga Kuning Muda |
| LogP | 1,347 (perk.) |
| Sistem Registri Zat EPA | 1-(3-Kloroalil)-3,5,7-triaza-1-azoniaadamantana klorida 2-(4080-31-3) |
Informasi Keselamatan
| Data Zat Berbahaya | 4080-31-3 (Data Zat Berbahaya) |
| Toksisitas | LD50 (sebagai larutan air 50%) pada tikus betina, kelinci (mg/kg): 1552, 78.5 secara oral; pada kelinci betina (mg/kg): 565 secara dermal (ulasan bahan kosmetik) |







